Aku adalah siswa kelas XI di SMAN 1 Surabaya. Aku duduk di kelas XI IPA 1. Aku anak yang ceria dan seseorang yang selalu aktif. Aku kurang begitu suka dengan seorang temanku yang bernama Andrean. Andrean adalah anak yang populer di sekolah, terutama di kalangan para cewek. Selain ia dikaruniai wajah yang tampan, ia juga sorang atlit basket yang pernah memegang gelar pemain terbaik antar SMA di Surabaya. Tapi ada satu sifat di dalam dirinya yang tidak aku sukai yaitu selain ia anak yang sombong dan suka buat onar, hampir di setiap mata pelajaran ia mendapatkan nilai merah.
*****
Di suatu pagi aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya aku di gerbang sekolah , aku dikejutkan dengan suara klakson mobil dibelakangku yang nyaris membuatku jatuh dari motor. Betapa terkejutnya aku ketika aku melihat siapa yang keluar dari mobil itu. Ternyata ia Andrean cowok yang kubenci, seakan hal itu membuatku mau meledak dengan semua kemarahanku, rasanya ingin sekali ku lempar sepatuku ini tepat dikepalanya dengan harapan ia amnesia dan tidak lagi menjadi andrean yang kubenci. Tapi kuurungkan niat yang tadi sempat terpikirkan olehku, dan kuputuskan untuk datang menghampirinya.
“ Maaf , tapi bunyi klaksonmu tadi hampir membuatku jatuh, jadi aku mohon jangan kamu lakukan hal itu lagi.” Kataku sambil berusaha untuk tetap tenang dan menjaga nada bicaraku agar ia tidak merasa tersinggung. Tapi betapa kagetnya aku ketika mendengar jawaban darinya.
“ Oh itu………..!!! Kenapa, lo keberatan……?????” Bentak Andrean.
“ Salah siapa lo bengong di situ, ngalangin jalan gue aja……!!!” Timpalnya lagi.
Emosikupun semakin tak bias kukendalikan ketika aku mendengar ucapanya.
“ Ehm….. sorry sebelumya. Tapi, apa lo nggak salah ngomong ??” Kataku tak percaya.
“ Maksud lo…..????” Tanyanya dengan mimik wajah penuh kebingungan.
“ Maksud gue, siapa yang bengong buk??? Gue tu tadi baru dateng, so, sudah pastilah gue ada di situ, bukannya gue bengong….” Kataku.
“ Mmm……. Lagian klo dipikir- piker, gue rasa jalanan masih lebar tuh, malahan lebih lebar dari jidat lo.” Kataku lagi.
“ Apa lo bilang barusan…..??? lo……..”
“ Permisi….!!!” Kataku padanya sebelum ia sempat menyelesaikan perkataannya.
Akupun pergi begitu aku selesai bicara. Aku tahu perbuatanku itu pasti akan membuat Andrean geram. Tapi whateverlah, masa bodoh dengan apa yang akan dia lakukan padaku, aku tidak ingin memikirkannya. Dan akupun berjalan meninggalkannya. Tapi tiba – tiba…….
“ Eh brengsek , berhenti lo…!!!” maki Andrean. Karena kesal dengan perbuatanku.
Akupun terus berjalan dan takmemperdulikannya, seolah aku menganggap ucapannya itu sebagai angin lalu.
“ Shyuut….” Tiba – tiba dia menarik tanganku hingga akupun berhenti.
“ Lepassin…..!!!” seruku padanya.
“ Eh, apa maksud lo tadi berkata seperti itu ke gue..???” Tanya andrean.
“ Gue mau lo sekarang minta maaf…!!!!” katanya dengan nada memaksa.
“ Apa…??? Nggak salah dengernih gue??? Minta maaf…??? Emang gue salah apa sama lo..???? kalau soal kata – kata gue yang tadi itu, emang 100% benerkan, malahan 1000% deh, semua orang juga pada tahu kalau jalan itu lebih lebar dari jidat lo..!!!” kataku sembari pergi meninggalkannya, karena aku nggak mau lama-lama berurusan dengannya.
Tapi hal itu semakin membuat Andrean marah dan ingin memberikan pelajaran padaku. Melihat aku pergi Andreanpun juga pergi dan masuk ke ruang kelasnya yang berada tepat di samping ruang kelasku. Ya walaupun aku tahu yang kulakukan tadi pagi akan memancing timbulnya masalah padaku, tapi apaboleh dikata nasi sudah menjadi bubur, kejadian yang lalu biarlah berlalu, kita sudah tidak bisa mengulangnya lagi kini aku hanya perlu menghadapi sesuatu yang akan terjadi nanti.
*****
“Tet.…tet…….tet……” Suara bel masuk berbunyi. Semua siswa berbondong-bondong memasuki kelas dan duduk di bangkunya masing-masing begitu mereka mendengar suara bel masuk berbunyi, begitupun juga denganku. Jam pelajaranpu terus berlangsung beberapa saat hingga bel tanda istirahatpun berbunyi. Sontak semua muridpun keluar dari ruang kelas. Ada yang menghabiskan waktu istirahatnya untuk makan di kantin atau sekedar nongkrong dan ada juga yang pergi ke lapangan untuk bermain basket atau sepakbola, permainan yang mayoritas di sukai oleh murid laki-laki, tapi tidak denganku, aku lebih suka menghabiskan waktu istirahatku di kelas atau di perpus untuk membaca buku. Saat aku asyik membaca buku di kelas tiba-tiba……………
“ BRAAKKK…..!!!!!!” Suara gebrakan meja yang sangat keras hingga mengagetkanku.
“ Eh sini lo…..!!! kata andrean sambil menarikku keluar dari kelas dan menuju ke lapangan. Akupun tak tahu apa sebenarnya yang mau ia lakukan padaku.
“ Apaan sih…… lepasin gue….!!!! Berontakku pada andrean. Tapi sekuat apapun usahaku, aku tak bisa melawan kekuatannya.
“ Eh lo, gue minta sekarang juga lo minta maaf ke gue dihadapan semua murid di sekolah. Atau …….”
“ Atau apa….? Potong ku.
“ Atau lo gue bikin malu di depan semua orang di sekolah ini…!!!” Ancamnya.
“ Lo pikir gue takut apa sama lo??? Sampai kapanpun gue nggak akan pernah minta maaf ke lo”. Bentakku .
“ Oke jika itu mau lo……..” katanya sambil menjentikkan jarinya seolah ia memberi isyarat pada seseorang. Tiba-tiba…………………..
“BYUURRRR………….” Betapa kagetnya aku ketika badanku basah terkena air, saat itupun semua murid di sekolah tertawa menertawaiku. Betapa malunya aku saat ini, rasanya ingin sekali aku menangis dan meluapkan semua kemarahanku pada andrean saat ini juga. Tak kusangka ia benar-benar melakukan apa yang ia katakan. Tapi sebelum akupergi aku benar-benar melakukan apa yang tadi ku pikirkan. Akupun tak sanggup berkata lagi dan langsung memukulnya. “ BUMM” suara tinjuku yang mendarat di pipi kirinya. Akupun berlari keluar dari lapangan. Ketika aku berlari menuju ke kamar mandi, di jalan tanpa sengaja aku menabrak sesuatu.
“ BRUKKK…………”
“ Aduh…” erangku.
“ Eh maaf, kamu nggak papa…?” tanyanya sedikit hawatir.
“ Oh, iya, aku nggak papa.” Jawabku. Akupun segera berdiri, tapi begitu aku berdiri dan menatapnya, akupun sungguh terkejut luar biasa.
“ Andrean…??? Bukannya lo ada di lapangan??? Hah dasar brengsek lo..!!! PLAKK…!!!” makiku padanya yang kulanjutkan dengan tamparan keras di pipi kirinya.
“ Eh, tunggu dulu, aku…………..” belum selesai dia bicara akupun langsung pergi meninggalkannya. Tapi tak kusangka ia berlari mengejarku.
“ BROKKK” suara pintu kamar mandi yang ku tutup dengan keras. Beberapa menit kemudian selesainya aku ganti baju, akupun keluar dari kamar mandi. Tapi begitu aku keluar akupun sempat terkejut ketika aku mendapati andrean sedang berdiri di samping pintu menungguku dari tadi.
“ lo, ngapain lo di sini? Belum puas apa lo bikin malu gue di depan semua orang??” kataku dengan nada tinggi.
“ Buat kamu malu………?? Apasih maksud kamu, aku nggak ngerti”. Katanya bingung.
“ Alah nggak usah berlagak polos deh, gue tahu lo mau ngerjain gue lagi kan….…????”
“ Tunggu dulu, aku benar-benar nggak ngerti nih, apa sih maksud kamu? Aku baru datang kesini. Ya sebelumnya sory jika kamu kesel sama aku karena tadi aku nggak sengaja nabrak kamu, tapi……………”
“ Alah nggak usah bicara panjang lebar, BUSYIT tau semuanya.” Kataku
Tak kurasa hari inipun berlalu begitu melelahkan bagiku. Sesampainya di rumah akupun langsung menuju ke kamar untuk istirahat. Badanku terasa lemes semua, hingga aku tak sadar jika aku telah tertidur lelap. Keesokan harinya badanku terasa panas sekali, lemes hingga aku tak kuat untuk bangun dari tempat tidur. Aku sudah tidak masuk sekolah selama tiga hari , tiga hari itupun aku sering bergumam dalam hati. “ Awas lo andrean tunggu pembalasanku…………..!!!!!” Ucapku lirih.
*****
Tiga hari sudah berlalu, dan akupun mulai melakukan aktifitasku seperti biasa yaitu bersekolah. Hari ini aku berangkat ke sekolah diantar oleh kakakku karena keadaanku yang belum sembuh betul dari sakit. Begitu aku tiba di sekolah, aku berjalan menyusuri koridor sekolah, disepanjang perjalanan menuju ke kelasku aku merasa semua mata memandang ke arahku, dengan tatapan seolah aku ini adalah seorang tersangka utama sebuah kasus pembunuhan. Tapi aku tak menghiraukan semua itu dan terus berjalan ke ruang kelasku. Tiba-tiba langkahku terhenti oleh keramaian yang terjadi di depan mading sekolah. Karena penasaran akupun memutuskan untuk melihat isi mading tersebut , betapa aku terkejut melihat foto ku yang terpampang di mading serta tulisan di sampingnya yang membuatku semakin marah, aku tak tahu kalau foto ku telah terpampang di situ semenjak kejadian kemarin. Kuambil foto dan tulisan itu lalu kusobek-sobek dan kubuang ketempat sampah. Akupun langsung berlari menghampiri kelas andrean.
“ Andrean…!!! Apa maksud lo nempelin foto gue madding serta tulisan itu..????” Tanyakku padanya dengan geram.
“ Oh itu, kenapa, lo keberatan….??? Iatu semua memang benar lagi..!!!” jawabnya dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.
“ andrean, lo bener-bener keterlaluan….!!! Akupun tak sanggup lagi menahan tangisku, dan berlari dengan air mata yang terus mengalir di wajahku. Tanpa kusangka aku menabrak sesuatu, dan ternyata dia……
“ Aduh…..!!!!”
“ Eh maaf, kamu..??? kenapa kamu nangis ….???” Tanyanya dengan nada ya lembut.
“ Hiks…hiks…hiks…” suara tangisku.
“ Lo, ngapain lagi lo kemari? Belum puas apa lo bikin gue kaya’ gini?” kataku disela-sela tangisku.
Tapi akupun langsung berlari karena aku nggak sanggup lagi untuk ngelihat wajahnya. Tapi iapun berlari mengejarku. Saat aku berlari….
“ SYUTT” Tiba-tiba tanganku tertahan oleh seseorang seehingga membuatku berhenti.
“ Aww…..!! hah…. Lo? Kenapasih gue selalu ketemu sama lo, seakan dunia ini hanya berisi seorang laki-laki yaitu lo.”
“ Huh, andrean kenapasih lo membuat gue bingung dengan sifatlo yang selalu berubah, tadi lo maki-maki gue dengan seenaklo dan dengan gaya lo yang sombong, tetapi kenapa setelah itu lo bersikap sangat ramah dan lembut seolah lo nggak tahu apa yang telah terjadi.” Kataku padanya.
“ Nanda, dengerin gue, gue mau ngomong sama lo, sebenarnya gue……….” Katanya terhenti.
“ Andrean…..!!!” suara di belakangku.
“ Andreas…..!!!” kata andrean.
“ Hah, tidak, kenapa nih gue??? “ kataku sambil menggeleng-gelengkan kepala tak percaya.
“ Andrean kok lo ada dua??? Tidak, nanda sadar, lo harus sadar…… huh..” kataku
“ Hey nanda tenang, ini gue andrean, dan itu andreas saudara kembar gue yang baru dating dari Amerika.” Jelas andrean.
“ Apa jadi lo…….” Kataku taj percaya.
“ Ya aku andreas, saudara kembar andrean.”
Akupun dibuat terkejut luar biasa akan kejadian ini. Akupun aru tahu ternyata andrean itu mempunyai saudara kembar. Dan saat itu pula aku tahu kenapa sifat andrean tiba-tiba bisa berubah 180o. Ternyata itu bukan andrean melainkan andreas, saudara kembarnya.
“ Nanda, gue mau ngomong sama lo, sebenarnya apa yang gue tulis di madding itu semuanya bener, gue beneran sayang sama lo, sejak pertama kita bertemu dengan keadaan seperti itu, gue terkejut, karena baru kali ini ada cewek yang berani ngelawan gue, padahal selama ini nggak ada satupun cewek yang berani sama gue, mereka semua kebanyakan suka sama gue dan selalu memuji gue, baru lo yang bersikap kayak gitu, entah kenapa gue nggak bisa untuk nggak ngeladenin lo, rasanya dengan gue selalu bikin masalah sama lo gue nggak tahu kenapa di dalam hati ini ada rasa yang aneh yang selalu kepingin bertemu dan ngelihat lo, walaupun gue tahu kalau perbuatan gue bakalan bikin lo sakit hati, tapi gue nggak tahu harus lakuin apa karena lo orangnya keras kepala sedangkan gue orangnya egois. Sory kalau selama ini gue sudah bikin lo nangis. Tapi yang perlu lo tahu hanya satu ,gue sayang sama lo, nanda….!!!” Jelas andrean panjang lebar.
“ Apa….???? Jadi selama ini….!!!” Kataku tak percaya.
“ Iya nanda, andrean bener-bener sayang sama kamu,dia sampai minta aku datang ke sini, untuk jelasin semua ini sama kamu, karena dia tidak tahu bagaimana mengatakannya padamu…!!!” kata andreas.
“ Jujur aku dulu benci banget sama kamu, karena sikapmu selama ini, tapi karena semua ini semua , semua yang terjadi padaku itu membuatku juga mempunyai perasaan yang aneh sama kamu andrean.”
“ Jadi apa kamu mau jadi pacarku…???” tanyanya penuh harap.
“ Ya, bagaimana lagi aku nggak bisa mengelak lagi, karena hatiku sudah kau ambil dari tempatnya.”
“ Jadi kamu sudah maafin aku dan mau jadi pacar aku???”
“ Iya……!!!” ucapku singkat.
*****
Akhirnya nandapun memaafkan andrean dan ia mau menjadi pacarnya, karena diam-diam secara tak langsung ia juga menyukai andrean. Dan sekarang tidak ada lagi pertengkaran diantara mereka, yang ada hanyalah kasih sayang. Karena mereka berdua telah menjadi satu, andreaspun kembali ke Amerika untuk melanjutkan studynya dan lagi ia hanya mengambil libur selama satu minggu. Waktu andreas mau berangkat nandapun berkata sesuatu padanya.
“ Oh ya andreas, aku lupa belum minta maaf ke kamu, karena waktu itu aku sudah nampar kamu yang ku kira kamu andrean.”
“ OH itu, tenang saja aku sudah maafin kamu kok.” Katanya kemudian ia pergi masuk ke pesawat.
Akhirnya andreaspun pergi, dan andrean sekarang berpacaran dengan nanda. Ternyata kata orang itu benar kalau “BENCI BISA BERUBAH MENJADI CINTA”
*** SELESAI ***
BY: EGIS FERNANDA


1 komentar:
Nice gan,Kunjungi juga blog ane yaa gan !! http://dou-ble.blogspot.co.id/
Posting Komentar